Jumat, 07 Februari 2014

Aku tersipu , tunduk pada langkah malu
mencari tahu akan rapuhnya gemulai tubuhku
mengapa air itu selalu berombak?
mengapa bunga itu mudah berguguran ?
akankah ;langit dan samudra menjawabnya ?
    ya tuhan...   
    aku ini atom tak lebih dari ion
    aku ini lempengan cadas yang telah teracik
    dulu ku gembala
    mengobrak abrik dan selalu tegak
'    seperti mentari yang tiada merunduk
    seperti belaian pelangi jingga dikala senja
dulu disaat ku tegar
tuhan tiada resah membelaiku
tuhan tiada kaku mendekapku
dan kini itu tiada lagi dan itu benalu
benalu yang melilit tulang-tulangku
benalu yang mencabik rongga-ronggaku
    kini kutersibak dalam gulita hitam
    ku terbelenggu dalam rakitan besi tahanan
    namun kutahan , kutekan dan kuleburkan
     karna tawaku ini indah , dan kuyakin
    banyak manusia lereng sana yang menantiku:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar